BAB VI BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN
Secara etimologis istilah blended learning
terdiri dari dua kata yaitu blended dan learning. Kata blended berarti
campuran, besama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik atau formula
suatu penyelerasan kombinasi atau perpaduan. Sedangkan learning memiliki makna
umum yakni belajar. Jadi blended learning adalah pola pembelajaran yang
mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antar satu pola dengan pola
lainnya. Unsur yang dicampurkan adalah unsur pembelajaran di kelas dengan unsur
online learning.
Menurut Harding, Kaczynski dan Wood(2005), Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang
mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh
yang menggunakan sumber belajar online dan
beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa.
Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan
pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna
karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.
Karakteristik blanded learning menurut
Sharpen et.al. (2006:18) sebagai berikut :
a. Ketetapan sumber
suplemen untuk program belajar yang berhubungan selama garis tradisional
sebagain besar, melalui institusional pendukung lingkungan belajar virtual.
b. Transformasi tingkat
praktik pembelajaran didukung oleh rancangan pembelajaran sampai mendalam.
c. Pandangan menyeluruh
tentang teknologi untuk mendukung pembelajaran.
Secara spesifik dalam
pendidikan guru blended e learning memiliki makna sebagai berikut :
a. Blended e leraning
merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan tentang
materi keguruan baik subtansi materi pelajaran maupun ilmu kependidikan secara
online.
b. Blended e leraning
menyediana seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar sewcara
konvensional.
c. Blended e learning
tidak berarti menggantikan model belajar konvensional didalam kelas tetapi
memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan
teknologi pendidikan.
d. Kapasitas guru amat
bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya.
e. Memanfaatkan jasa
teknologi elektronik di mana guru dan siswa dan sesama siswa atau guru dan
sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh
hal-hal yang protokoler.
f. Memanfaatkan
keunggulan komputer.
g. Menggunakan bahan ajar
bersifat ajat bersifat mandiri.
h. Memanfaatkan jadwal.
Terdapat tiga
kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu:
a.
Web course merupakan penggunaan
internet untuk keperluan pendidikan dimana pesertanya dan yang mengajar
berjauhan atau tampa tatap muka
b.
Web centric course merupakan penggunaan
internet memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional)
c.
Model web enhanced course
merupakan pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas
pembelajaran yang di lakukan dikelas
Terdapat lima level penggunaan ICT dalam
pembelajaran, yaitu :
a. Level I information
b. Level II supplemental
c. Level III esensial
d. Level IV communual
e. Level V immersive
Tutorial adalah suatu
proses pemberian bantuan dan bimbingan belajar dari seseorang kepada orang
lain, baik secara perorangan maupun kelompok. Jenis-jenis tutorial yang
disediakan adalah tutorial tatap muka ( TTM ) dan tutorial onbline adalah:
a. Tutorial tatap muka
b. Tutorial online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar