Rabu, 13 April 2016

BAB VI BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN

Secara etimologis istilah blended learning terdiri dari dua kata yaitu blended dan learning. Kata blended berarti campuran, besama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik atau formula suatu penyelerasan kombinasi atau perpaduan. Sedangkan learning memiliki makna umum yakni belajar. Jadi blended learning adalah pola pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antar satu pola dengan pola lainnya. Unsur yang dicampurkan adalah unsur pembelajaran di kelas dengan unsur online learning.

          Menurut Harding, Kaczynski dan Wood(2005), Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa. Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.

            Karakteristik blanded learning menurut Sharpen et.al. (2006:18) sebagai berikut :
a.      Ketetapan sumber suplemen untuk program belajar yang berhubungan selama garis tradisional sebagain besar, melalui institusional pendukung lingkungan belajar virtual.
b.      Transformasi tingkat praktik pembelajaran didukung oleh rancangan pembelajaran sampai mendalam.
c.      Pandangan menyeluruh tentang teknologi untuk mendukung pembelajaran.
Secara spesifik dalam pendidikan guru blended e learning memiliki makna sebagai berikut :
a.      Blended e leraning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan tentang materi keguruan baik subtansi materi pelajaran maupun ilmu kependidikan secara online.
b.      Blended e leraning menyediana seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar sewcara konvensional.
c.      Blended e learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional didalam kelas tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
d.      Kapasitas guru amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya.
e.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik di mana guru dan siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
f.      Memanfaatkan keunggulan komputer.
g.      Menggunakan bahan ajar bersifat ajat bersifat mandiri.
h.      Memanfaatkan jadwal.
Terdapat tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu:
a.       Web course merupakan penggunaan internet untuk keperluan pendidikan dimana pesertanya dan yang mengajar berjauhan atau tampa tatap muka
b.       Web centric course merupakan penggunaan internet memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional)
c.         Model web enhanced course merupakan pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang di lakukan dikelas
Terdapat lima level penggunaan ICT dalam pembelajaran, yaitu :
a.      Level I information
b.      Level II supplemental
c.      Level III esensial
d.      Level IV communual
e.      Level V immersive
Tutorial adalah suatu proses pemberian bantuan dan bimbingan belajar dari seseorang kepada orang lain, baik secara perorangan maupun kelompok. Jenis-jenis tutorial yang disediakan adalah tutorial tatap muka ( TTM ) dan tutorial onbline adalah:
a.  Tutorial tatap muka
b.  Tutorial online


Tidak ada komentar:

Posting Komentar