Rabu, 13 April 2016

BAB VI BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN

Secara etimologis istilah blended learning terdiri dari dua kata yaitu blended dan learning. Kata blended berarti campuran, besama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik atau formula suatu penyelerasan kombinasi atau perpaduan. Sedangkan learning memiliki makna umum yakni belajar. Jadi blended learning adalah pola pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antar satu pola dengan pola lainnya. Unsur yang dicampurkan adalah unsur pembelajaran di kelas dengan unsur online learning.

          Menurut Harding, Kaczynski dan Wood(2005), Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa. Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.

            Karakteristik blanded learning menurut Sharpen et.al. (2006:18) sebagai berikut :
a.      Ketetapan sumber suplemen untuk program belajar yang berhubungan selama garis tradisional sebagain besar, melalui institusional pendukung lingkungan belajar virtual.
b.      Transformasi tingkat praktik pembelajaran didukung oleh rancangan pembelajaran sampai mendalam.
c.      Pandangan menyeluruh tentang teknologi untuk mendukung pembelajaran.
Secara spesifik dalam pendidikan guru blended e learning memiliki makna sebagai berikut :
a.      Blended e leraning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan tentang materi keguruan baik subtansi materi pelajaran maupun ilmu kependidikan secara online.
b.      Blended e leraning menyediana seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar sewcara konvensional.
c.      Blended e learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional didalam kelas tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
d.      Kapasitas guru amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya.
e.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik di mana guru dan siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
f.      Memanfaatkan keunggulan komputer.
g.      Menggunakan bahan ajar bersifat ajat bersifat mandiri.
h.      Memanfaatkan jadwal.
Terdapat tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu:
a.       Web course merupakan penggunaan internet untuk keperluan pendidikan dimana pesertanya dan yang mengajar berjauhan atau tampa tatap muka
b.       Web centric course merupakan penggunaan internet memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional)
c.         Model web enhanced course merupakan pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang di lakukan dikelas
Terdapat lima level penggunaan ICT dalam pembelajaran, yaitu :
a.      Level I information
b.      Level II supplemental
c.      Level III esensial
d.      Level IV communual
e.      Level V immersive
Tutorial adalah suatu proses pemberian bantuan dan bimbingan belajar dari seseorang kepada orang lain, baik secara perorangan maupun kelompok. Jenis-jenis tutorial yang disediakan adalah tutorial tatap muka ( TTM ) dan tutorial onbline adalah:
a.  Tutorial tatap muka
b.  Tutorial online


BAB V PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA TELEVISI/VIDIO
 
A.    Konsep Media Pembelajaran
Media merupakan alat saluran komunikasi atau dengan kata lain, media merupakan pengantar pesan ke penerima pesan.
Media ini tentunya sangat bermanfaat jika diimplementasikan ke dalam proses pembelajaran, media yang digunakan dalam proses pembelajaran disebut media pembelajaran. Contoh media adalah video, televisi, rekaman audio, foto, gambar yang diproyeksikan, dsb.
 Fungsi Media Pembelajaran
Media pembelajaran berfungsi untuk:
1.      Untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif
2.      Untuk mempercepat proses pembelajaran dan membantu siswa dalam upaya memahami materi            yang disajikan oleh guru dalam kelas
3.      Memotivasi minat dan tindakan, direalisasikan dengan tekhnik drama atau hiburan
4.      Untuk mempertinggi mutu pembelajaran
5.      Memberi instruksi, informasi yang terdapat dalam media harus melibatkan siswa
B.     Televisi
Televisi merupakan alat elektronik yang mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari seperti halnya media massa lainnya seperti surat kabar, radio atau komputer. televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melaui kabel.
Komunikasi massa dengan televisi merupakan proses komunikasi antara komunikator dengan komunikan melalui sebuah sarana , yaitu televisi. Kelebihan media televisi terletak pada kekuatannya mnguasai jarak dan ruang, sasaran yang dicapai untuk mencapai massa cukup besar. Nilai aktulisasi terhadap suatu liputan atau pemberitaan sangat cepat.
1.      Fungsi Televisi
                 Menurut Effendy (1994), seperti halnya media massa lainnya, televisi mempunyai tiga fungsi pokok yaitu:
a.         Fungsi Penerangan (The Information Function)
                   Televisi mendapat perhatian yang besar di kalangan masyarakat karena dianggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi yang sangat memuaskan. Hal ini didukung oleh dua faktor yaitu (1) Immediacy (kesegaran), pengertian ini mencakup langsung dan peristiwa yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat dilihat dan didengar oleh pemirsanya pada saat peristiwa itu berlangsung. (2) Realism (kenyataan), ini berarti televisi menyiarkan informasinya secara audio dan visual melalui perantaraan mikrofon dan kamera sesuai dengan kenyataan.
b.        Fungsi Pendidikan (The Educational Function)
                   Sebagai media massa, televisi merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya begitu banyak secara simultan dengan makna pendidikan, yaitu meningkatkan pengetahuan dan penalaran masyarakat. Pemerintah Indonesia melalui Kemendiknas dan Pustekom telah menyiarkan TV-edukasi (TVe), yang selalu menyairkan program – program pendidikan dan pembelajaran seperti program siaran pengayaan mata pelajaran untuk menghadapi UN, mata kuliah di UT dan PPJ seperti mata kuliah pengembangan kurikulum, pembelajaran terpadu dan mata kuliah lainnya.
c.         Fungsi Hiburan (The Entertaiment Function)
                   Sebagai media yang melayani kepentingan masyarakat luas, fungsi hiburan yang melekat pada televisi tampaknya lebih dominan dari fungsi lainnya.fungsi hiburan ini sangat penting, karena ia menjadi salah satu kebutuhan manusia untuk mengisi waktu mereka dari aktivitas di luar rumah.
2.      Konsep Televisi Pendidikan

  Pengertian Televisi Pendidikan
      Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkan. Televisi pendidikan tidak sekadar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, memiliki ciri – ciri tersendiri, antara lain yaitu:
a.         Dituntut oleh seorang guru melalui pengalaman – pengalaman siswa.
b.         Sistematika siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana
c.         Teratur dan berurutan, siaran disajikan dengan selang waktu yang beraturan secara berurutan di mana satu siaran dibangun atau mendasari kegiatan lainnya, dan
d.        Terpadu-siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya seperti latihan, mambaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah. 

  TV Edukasi
a.      Kelebihan TV Edukasi
TV-E memiliki beberapa kelebihan yaitu:
1)      Membukan pemahaman menganai informasi baru, biasanya terdapat dalam program – program berita
2)      Mendorong anak – anak untuk belajar acara edukasi dan dapat mengajarkan pada anak tentang niali – nilai yang penting serta pelajaran mengenai kehidupan nyata.
3)      Merupakan alternatif tontonan bermanfaat yang hadir di tengah – tengah masyarakat Indonesia.
4)      Memberikan informasi kepada masyarakat akan dunia pendidikan
5)      Menyemarakkan dunia hiburan dengan kemasan yang berbeda yakni dikemas dalam bentuk lebih mendidik, jadi tidak hanya menghibur lewat TV tetapi juga bisa mendidik masyarakat

b.      Kelemahan Televisi Edukasi
1)      Dari segi pengemasan program kurang menarik, sehingga program – program yang ditawarkan kurang dapat diterima
2)      Program tidak didukung oleh pendukung acara yang dikenal masyarakat, dengan kata lain siaran – siaran TV-E tidak diperankan oleh artis – artis terkenal.
3)      TV-E kurang tepat sasaran

3. Media Video Pembelajaran    
       Salah satu bentuk dari media audio visual adalah video pembelajaran. Video merupakan serangkaian gambar gerak yang disertai suara yang membentuk satu kesatuan yang dirangkai menjadi sebuah sebuah alur, dengan pesan – pesan di dalamnya untuk ketercapaian tujuan pembelajaran yang disimpan dengan proses penyimpanan pada media pita atau disk.media video pembelajaran dapat digolongkan ke dalam jenis media audio visual aids (AVA), yaitu jenis media yang selain mengandung unsure suara juga mengandung unsure gambar yang bisa dilihat



 Kelebihan Media Video
                  media video memiliki beberapa kelebihan yaitu sebagai berikut:
a.         Memberi pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa
b.         Sangat bagus untuk menerangkan suatu prose
c.         Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
d.        Lebih realistis, dapat diulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan
e.         Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat memengaruhi setiap siswa
     
 Kelemahan Video
                  Selain kelebihan, media video juga memiliki beberapa kelamahan, yaitu:
a.       Jangkauannya terbatas
b.      Sifat komunikasinya satu arah
c.       Gambarnya relative kecil
d.      Kadangkala terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetik.
      Selain itu, keterbatasan lain yang dimiliki oleh media video adalah:
a.       Keterbatasan daya rekam setelah piringan video ini mengalami proses perekaman tidak akan dapat dipakai ulang lagi untuk diganti isinya,
b.      Biaya pengembanagn untuk menyiapkan format piringan video ini relatif memerlukan biaya yang besar
c.       Keterbatasan sekuansi dari gambar bergerak yang ditampilkan. Lebih dari 54.000 frame yang diam dapat ditampung oleh format piringan video, namun hanya dapat ditampilakan dalam bentuk gambar bergerak dalam waktu 60 menit. Hal ini lebih rendah dari kemampuan yang dapat ditampung oleh sebuah format kaset video.
Keuntungan Video dalam Proses Pembelajaran
                  Dengan menggunakan media jenis ini siswa diharapkan dapat memperoleh persepsi dan pemahaman yang sama dan benar, selain siswa dapat menerima materi mata pelajaran. Sedangkan guru diharapkan dapat mengikat siswa selama pembelajaran berlangsung dan membantunya mengingat kembali dengan mudah berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Media jenis ini juga dapat digunakan untuk menyajikan bagian – bagian dari suatu proses dan prosedur secara utuh sehingga memudahkan siswa dalam mengamati dan menirukan langkah – langkah suatu prosedur yang harus dipelajari.

BAB IV PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER

    Pembelajaran berbasis komputer merupakan pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan software komputer (CD pembelajaran) berupa program komputer yang berisi tentang muatan pembelajaran meliputi: judul, tujuan materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Robert Heinich, Molenda dan James D. Russesl (1985:226) yang menyatakan bahwa: "computer system can delivery instruction by allowing them to interact with the lesson programmed into the system: this is referred to computer based intruction". Sistem komputer dapat menyampaikan pembelajaran secara individual dan langsung kepada para siswa dengan cara berinteraksi denga mata pelajaran yang diprogramkan ke dalam sistem komputer, inilah yang disebut dengan pembelajaran berbasis komputer.
Prinsip Pembelajaran Komputer
  1. Berorientasipada tujuan pembelajaran.
    Dalam mengembangkan pembelajaran berbasis komputer harus berorientasi pada tujuan pembelajaran baik kepada standar kompetisi, kompetensi dasar, dan indikator yang harus dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran.
  2. Berorientasi pada pembelajaran individual
    Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer dilakukan secara individual oleh
    masing-masing siswa dilaboraturium komputer.
  3. Berorientasi pada pembelajaran mandiri
    Pembelajaran berbasis komputer bersifat individual, sehingga menuntut pembelajaran secara mandiri.
  4. Berorientasi pada pembelajaran tuntas
    Keunggulan pembelajaran berbasis komputer adalah penerapan prinsip belajar tuntas atau mastery learning
    .
Manfaat dari pembelajaran berbasis komputer
Guru
  1. guru akan lebih banyak berperan sebagai fasilitator bagi siswa.
  2. memberi alternatif variasi metode pembelajaran
  3. menolong mengembangkan media pembelajaran, karena tidak semua guru memiliki kreativitas dan waktu untuk melakukannya
  4. memberi pedoman bagi pengembangan lebih lanjut, dan (5) meminimalkan tingkat kesalahpahaman konsep / teori yang sering dialami siswa sehingga efektivitas dan efisiensi pembelajaran dapat dicapai secara optimal.
Siswa
  1. siswa akan lebih mudah dan cepat memahami materi pembelajaran yang bersifat abstrak, karena konsep/teori yang bersifat abstrak tersebut akan disajikan secara cermat dan konkret, sehingga mudah ditangkap oleh panca indera
  2. mampu meningkatkan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran
  3. meningkatkan hasil belajar siswa
  4. kendali belajar berada pada siswa sehingga kecepatan belajar dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuannya, dan (5) dapat mengakomodasi siswa yang lambat karena dapat menciptakan iklim yang efektif dengan cara yang lebih individual.
Sekolah
  1. akan tersedia bahan ajar yang telah divalidasi sesuai dengan bidang studi sehingga setiap guru dapat menggunakan dengan mudah
  2. Pengembangan isi pembelajaran akan sesuai dengan pokok-pokok bahasan, dan
  3. sebagai pedoman praktis implementasi pembelajaran sesuai dengan kondisi dan karakteristik pembelajaran.
kelebihan maupun keuntungan yang akan diperoleh dengan pembelajaran berbasis komputer, yaitu:
a.Memberi kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah secara
individual
b.Menyediakan presentasi yang menarik dengan animasi.
c.Menyediakan pilihan isi pembelajaran yang banyak dan beragam.
d.Mampu membangkitkan motivasi siswa dalam belajar.
e.Mampu mengaktifkan dan menstimulasi metode mengajar dengan baik.
f.Meningkatkan pengembangan pemahaman siswa terhadap materi yang
disajikan.
g.Merangsang siswa belajar dengan penuh semangat, materi yang disajikan mudah
dipahami oleh siswa.
h. Siswa mendapat pengalaman yang bersifat konkret, retensi siswa meningkat.
i. Memberi umpan balik secara langsung.
j. Siswa dapat menentukan sendiri laju pembelajaran.
k. Siswa dapat melakukan evaluasi diri.
Kelemahan pembelajaran berbasis komputer
a.Hanya efektif jika digunakan satu orang atau kelompok kecil. Kelemahan ini sudah diatasi karena saat ini pengadaan komputer sangat mudah.
b.Jika tampilan fisik isi pembelajaran tidak dirancang dengan baik atau hanya merupakan tampilan seperti pada buku teks biasa, pembelajaran melalui media komputer tidak akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (siswa cepat bosan).
c.Guru yang tidak memahami aplikasi program komputer tidak dapat merancang
pembelajaran lewat media komputer, ia harus bekerja sama dengan ahli program komputer grafis, juru kamera dan teknisi komputer.
Jenis-jenis Pembelajaran Berbasis Komputer
  1. Model Drills Model drills adalah suatu model dalam pembelajaran dengan jalan melatih siswa terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan. Melalui model drills akan ditanamkan kebiasaan tertentu dalam bentuk latihan. Dengan latihan terus menerus maka akan tertanam dan menjadi kebiasaan. Selain itu model ini pun menambah kecepatan, ketetapan, kesempurnaan dalam melakukan sesuatu serta dapat pula dipakai sebagian suatu cara mengulangi bahan latihan.
  2. Model Tutorial Program tutorial pada dasarnya sama dengan program bimbingan yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa agar dapat mencapai hasil belajar secara optimal. Kegiatan tutorial ini memang sangat dibutuhkan sebab siswa yang dibimbing melaksanakan kegiatan mandiri yang bersumber dari modul-modul dalam bidang studi tertentu. Itu sebabnya kegiatan ini sering dikaitkan dengan program pembelajaran modular. System pembelajaran ini direalisasikan dalam bentuk, yakni pusat belajar modular, program pembinaan jarak jauh dan sistem belajar jarak jauh
  3. Model Intrukcional Games Intruktional Games merupakan salah satu bentuk metode dalam pembelajaran berbasis komputer. Tujuan instructional games adalah untuk menyediakan pengalaman belajar yang memberikan fasilitas belajar untk menambah kemampuan siswa melalui permainan yang mendidik. Instructional games tidak perlu menirukan realita, namun dapat memiliki karakter yang menyediakan tantangan yang menyenangkan bagi siswa.


Selasa, 12 April 2016

BAB III KONSEP DASAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Pengertian Teknologi
Teknologi berasala dari bahasa Yunani yaitu “technologia”. Menurut Webster Dictionary, sistematik treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan “techne” sebagai dasar kata teknologi berarti, Skill, science, keterampilan, ilmu.
        Secara harafiah berasala dari bahasa Latin “texere” yang berati menyusun atau membangun, sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
        Jadi, teknologi adalah cara menggunakan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis.

Pengertian Informasi
Informasi adalah sejumlah data yang telah diolah melalui pengolahan data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya dan ketercapaiannya sesuai kebutuhan. Sedangkan data merupakan bahan mentahnya. Tiga hal penting yang harus diperhatikan dari informasi, yaitu :
Informasi merupakan hasil pengolahan data
Memberikan makna
Bermanfaat
Ciri-ciri informasi yang berkualitas menurut Mc. Leod (1997) yaitu,
a)      Akurat, artinya informasi mencerminkan keadaan sebenarnya
b)      Tepat waktu, artinya informasi harus ada saat diperlukan
c)       Relevan, informasi yang diberikan harus sesuai yang dibutuhkan
d)      Lengkap, artinya informasi harus utuh, tidak setengah-setengah
Jenis-jenis informasi meliputi :
Absolute Information, yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
Substitutional Information, yaitu jenis informasi yang merujuk kepada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi.
Philosophic Information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
Subjective Information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi manusia.
Objective Information, yaitu jenis informasi yang merujuk karakter logis informasi tertentu.
Curtural Information, yaitu informasi yang memberikan tekanan pada dimensi kurtural.
Komponen-komponen informasi :
Root of Information, yaitu komponen inti dati informasi berada pada tahap keluaran pertama sebuah proses pengolahan data yang biasanya disampaikan oleh orang pertama.
Bar of Information, yaitu merupakan badan/batangnya dari informasi yang disajikan dan memerlukan informasi pendukung, agar informasi inti dapat diketahui secara utuh. Contoh : headline surat kabar agar pembaca jelas maka harus membaca informasi selanjutnya.
Branch of Information, yaitu informasi dapat dipahami apabila informasi sebelumnya telah dipahami. Misalnya, ketika kita membaca glosarium atau indeks ketika membaca sebuah buku.
Stick of information, yaitu komponen informasi yang sederhana dari cabang informasi. Bentuk dari informasi ini biasanya berbentuk pengayaan pengetahuan, kedudukannya hanya sebagai pelengkap, terhadapa informasi yang ada.
Bud of Information, yaitu komponen informasi yang sifatnya semi mikro namun sangat dibutuhkan, sehingga diwaktu mendatang informasi ini akan berkembang dan dicari orang, misalnya informasi tentang multiple intelligence, hypoteaching,kurikulum masa depan, pembelajaran abad ke 21, dan lain-lain.
Leaf of Information, yaitu merupakan informasi pelindung untuk menjelaskan konidisi dan situasi ketika informasi itu mucul ke permukaan, seperti informasi tentang prakiraan cuaca, prakiraan kemarau panjang, prakiraan gempa atau gerhana matahari/bulan.

Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan, materi pelajaran) dari suatu pihak ke pihak yang lain agar terjadi saling memengaruhi diantara keduanya.
Komunikasi merupakan suatu proses pemindahan dan penerimaan lambang-lambang yang mengandung makana dari komunikator kepada komunikan. Schramm menyampaikan pengertian komunikasi ke dalam tiga hal pokok sebagai berikut.
Penyandi (Encode), yaitu komunikator yang mempunyai informasi atau pesan yang disajikan dalam bentuk code atau sandi, seperti : tulisan, bahasa lisan, verbal simbol, dan visual simbol.
Signal (sign), yaitu berupa pesan, berita atau pernyataan tertentu yang ditujukan dan diterima seseorang. Pesan ini dapat dilukiskan dalam bentuk gerak tangan, mimik wajah, kata-kata lisan, tulisan, gambar, foto, diagram, tabel, dan lain-lain.
Decoder, yaitu komunikan yang menerima pesan atau penerima sandi atau lambang yang harus dipahami dan dimengerti makna dari pesan yang disampaikan.
Komunikasi sebagai suatu proses dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu proses primer dan proses sekunder. Proses primer adalah proses komunikasi langsung tanpa adanya media yang dapat memanipulasi dan melipatgandakan jumlah penerima pesan. Sedangkan komunikasi dalam proses sekunder berlangsung dengan bantuan mekanisme yang dapat melipatgandakan jumlah penerima pesan atau ditujukan untuk mengatasi berbagai macam hambatan fisik/kebendaan/jasadiah yang akan menghalangi proses komunikasi primer.
Empat titik penentu dalam sejarah komunikasi peradaban manusia yaitu,
Perolehan (acquisition) bahasa, yaitu pada saat yang sama dengan lahirnya umat manusia.
Perkembangan seni tulisan sejalan dengna komunikasi lisan
Reproduksi kata0kata tertulis (written word) dengan menggunakan alat pencetak, sehingga memungkinkan terwujudnya komunikasi masa yang sebenarnya.
Munculnya komunikasi elektronik

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.
Ruang Lingkup TIK
Menurut Puskur Kemendiknas, teknologi dan komunikasi mencakup dua aspek, yaitu :
Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkta yang satu ke lainnya.
Menurut kamus oxford,teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika,terutama komputer untuk menyimpan,menganalisis data,dan mendistribusikan informasi apa saja,termasuk kata-kata,bilangan dan gambar.
Mata pelajaran teknologi informasi komunikasi
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan di respon oleh kemendiknas dengan memasukan kurikulum yang bernuansa pengenalan seluk beluk teknologi informasi dan komunikasi terutama pada jenjang pendidikan menengah (sedangkan pada pendidikan dasar masuk dalam muatan lokal).
Mata pelajaran TIK yang di jadikan mata pelajaran wajib disekolah menengah memiliki karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran yang lain.dikarenakan pada umumnya mata pelajaran yang ada pada kurikulum sekolah berupa sains dan teori,sedangkan mata pelajaran TIK berkaitan erat dengan teknologi.Mata pelajaran TIK dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan jaman.

Ruang lingkup mata pelajaran TIK
Ruang lingkup mata pelajaran TIK aspek-aspek sebagai berikut:
Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi
Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya

Tujuan mata pelajaran TIK
Aspek kognitif, mengetahui, mengenal, atau memahami TIK
Aspek afektif, dapat bersifat kristis, kreatif, apresiasif, dan mandiri dalam penggunaan TIK
Aspek Psikomotorik, terampil memanfaatkan TIK untuk proses pembelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari

Sejarah Perkembangan TIK
Perkembangan peradaban manusia diringi dengan perkembangan cara penyampai informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi informasi).
Ada tiga sejarah perkembagan TIK:
Masa Prasejarah ( < 3000 SM)
TIK sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan infomasi yang mereka dapatkan pada dinding gua, tentang binatang buruannya. Kemampuan mereka dalam berbahasa hanya berkisar pada bentuk suara dengusan, dan isyarat tangan sebagai bentuk komunikasi mereka pada masa ini.
Masa Sejarah (3000 SM – 1400-an M)
Teknologi informasi masih digunakan untuk kalangan-kalangan tertentu dan terbatas, digunakan pada saat saat khusus, dan harganya cukup mahal. Pertama tulisan digunakan oleh bangsa sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf.
Masa Modern (1400-an M – Sekarang)
Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode Morse bersama Sr William Cook dan Sir Charles W yang dikirim secara elektronik antara dua tempat berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut.pengiriman dan penerimaan informasi ini mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya.
Kemajuan teknologi pada masa modern yang berkembang saat ini yaitu dengan ditemukannya komputer. Dengan teknologi komputer kegiatan pembelajaran dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dan sistem pembelajaran berbasis TIK.


RANGKUMAN

BAB II   BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca,mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Juga belajar itu akan lebih baik, kalau si subjek belajar itu mengalami atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik.
Selanjutnya ada, yang mendefinisikan: “ belajar adalah berubah”. Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha merubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu – individu yang belajar . perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan,tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan , sikap, pengertian harga diri, minat , watak , penyesuaian diri. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, pisko-fisik untuk menuju keperkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif,afektif, dan psikomotor.


              Agar mampu memyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka inidvidu perlu belajar berbuat . belajar berbuat berhubungan erat dengan belajar mengetahui. sebab, pengetahuan mendasariperbuatan.


prinsip-prinsip belajar yang relatif umum antara lain :
a. Perhatian dan motivasi
b. Keaktifan
c. Keterkaitan langsung / berpengalaman
d. Pengulangan
e. Tantangan
f. Penguatan
g. Perbedaan individual



Dalam dunia pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi bertujuan agar siswa memahami alat Teknologi Informasi dan Komunikasi secar umum termasuk komputer dan memahami informasi.



Dengan pembelajaran TIK disekolah salah satu untuk berpikir kritis, belajar otodidak, menambah wawasan dan pengetahuan, sehingga mampu meningkatkan pendidikan.
Beberapa manfaat pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai berikut :



1. Untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas, metode pembelajaran yang lebih menarik,         efektif dan efesien.



2. Membantu peserta dalam memahami materi pelajaran itu sendiri



3. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku, dll)



4. Dapat menerapkan materi pembelajaran dengan multimedia.



5. Suasana belajar tidak menegangkan



6. menyadarkan akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah     sehingga dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajarinya

7. Memotivsi kemampuan untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembang Teknologi                   Informasi dan Komunikasi 


8. Memgembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Infoermasi dan Komunikasi untuk               mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari



9. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab.